Beranda, Islami, Quotes, Syair, Doa,

Rabu, 21 Januari 2015

Keep Istiqamah with Hijab Syar’i

Seorang ibu tengah melemparkan senyum kepada saya. Saya pun segera membalas senyum itu  dengan sedikit menundukkan kepala. Pandanganku tak lepas dari sosok ibu itu. Sebuah bakul yang berisikan beberapa botol jamu itu seolah melekat dipunggungnya. Ember kecil berwarna merah dan payung berada di tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya tampak menenteng sebuah kresek merah besar. Beban berat dari beberapa barang yang Ia bawa itu telah menemani perjalanannya di tengah kota yang panas. Wajar saja kalau wajahnya terlihat merah dan dipenuhi keringat. Kasian melihat sosok ibu penjual jamu itu. Tetapi dibalik rasa kasian itu terlintas rasa kagum sekaligus malu yang begitu luar biasa.
Betapa tidak…
Seorang ibu berjalan kaki mengeliling tengah kota yang panas dengan membawa beban yang berat itu tetap istiqamah mengenakan hijab syar’I nya. Keringat yang bercucuran pun tak menggoyahkan dirinya untuk tidak melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslimah, yaitu menutup aurat. Jilbab longgar dan khimar panjang menutup seluruh tubuhnya. Subhanallah…
Dari sedikit cerita diatas, mari kita melihat realita yang terjadi di kehidupan kita. Banyak sekali alasan seorang muslimah untuk tidak melaksanakan salah satu kewajibannya. Alasan untuk tidak menutup aurat.
1.        Belum siap karena hatinya belum berhijab, hatinya belum baik. Kita ingin memperbaiki hati dulu setelah hatinya baik akan mengenakan hijab.
2.    Karena kita tinggal di daerah yang panas jadi kita takut kalau berhijab nanti malah semakin kepanasan.
3.   Takut di anggap kampungan dan tidak gaul karena pakaian yang terlalu sederhana dan tidak modis.
4.       Takut tidak punya teman karena teman yang lain tidak memakai hijab.
5.        Banyak muslimah berpikir “Ngapain sih harus berhijab, berhijab kan tidak wajib.”
6.  Takut dijadikan bahan omongan orang karena berhijab setengah-setengah. Kadang berhijab, kadang tidak.

Inilah yang membuat saya malu…
Kenapa ???
Karena dulu saya termasuk salah satu muslimah yang mempunyai alasan seperti yang tersebut di atas. Saat berada di ke-jahiliah-an waktu itu. Astagfirullah…
Tetapi mungkin saya adalah orang yang beruntung karena telah terbebas dari ke-jahiliah-an itu. Saat itu saya pernah membaca sebuah hadist  dari HR. Tabrani, “Allah tidak akan menerima (ibadah) seorang perempuan hingga menutup auratnya dan Allah tidak akan menerima shalat seorang perempuan yang telah cukup umur hingga ia berhijab.”
Hadist tersebut selalu terintas dalam pikiran saya saat itu hingga akhirnya saya memutuskan untuk berhijab. Karena seberapapun kita beribadah dan rajin shalat tetapi apabila kita tidak menutup aurat maka ibadah dan shalat itu tidak akan diterima oleh Allah.
Berhijab atau menutup aurat itu adalah wajib hukumnya bagi seorang muslimah.
Maka untuk yang belum berhijab, tunggu apa lagi ?
Menunggu siap dahulu tetapi keburu kematian menghampiri sebelum siap untuk berhijab ?
Atau menunggu musim dingin terus-menerus (tanpa ada musim panas) yang kita tahu bahwa hal itu mustahil ?
Menunggu hingga kain kafan yang akan membungkus seluruh badan kalian ?

Allah pernah berfirman, “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka,atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam,, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An-Nur : 31).

Sangat jelas bukan bahwa menutup aurat itu adalah sebuah kewajiban, bahkan di dalam Al-Qu’ran pun telah dijelaskan tentang perintah menutup aurat.
Untuk itu Segera niatkan dalam hati, Kenakan hijabmu maka hati pun akan mengikuti pada kebaikan.
Jangan pernah takut bahwa dengan berhijab tidak akan mendapat teman dan dianggap kampungan, dengan berhijab kita akan terlihat cantik di mata Allah dan akan mempunyai banyak teman di surga kelak. Insya Allah…
Jangan takut kepanasan karena panas di dunia bukan apa-apa dibandingkan siksa dan panas api neraka yang lebih kejam dan menghinakan.

Semangat memperbaiki diri,,,

Keep Istiqamah with Hijab Syar’i Ukhti..:) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar