Seorang ibu tengah melemparkan
senyum kepada saya. Saya pun segera membalas senyum itu dengan sedikit menundukkan kepala. Pandanganku
tak lepas dari sosok ibu itu. Sebuah bakul yang berisikan beberapa botol jamu
itu seolah melekat dipunggungnya. Ember kecil berwarna merah dan payung berada
di tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya tampak menenteng sebuah kresek
merah besar. Beban berat dari beberapa barang yang Ia bawa itu telah menemani
perjalanannya di tengah kota yang panas. Wajar saja kalau wajahnya terlihat
merah dan dipenuhi keringat. Kasian melihat sosok ibu penjual jamu itu. Tetapi
dibalik rasa kasian itu terlintas rasa kagum sekaligus malu yang begitu luar
biasa.
Betapa tidak…
Seorang ibu berjalan kaki
mengeliling tengah kota yang panas dengan membawa beban yang berat itu tetap
istiqamah mengenakan hijab syar’I nya. Keringat yang bercucuran pun tak
menggoyahkan dirinya untuk tidak melaksanakan kewajibannya sebagai seorang
muslimah, yaitu menutup aurat. Jilbab longgar dan khimar panjang menutup seluruh
tubuhnya. Subhanallah…
Dari sedikit cerita diatas, mari
kita melihat realita yang terjadi di kehidupan kita. Banyak sekali alasan
seorang muslimah untuk tidak melaksanakan salah satu kewajibannya. Alasan untuk tidak menutup aurat.
1.
Belum siap karena hatinya belum
berhijab, hatinya belum baik. Kita ingin memperbaiki hati dulu setelah hatinya
baik akan mengenakan hijab.
2. Karena kita tinggal di daerah yang panas
jadi kita takut kalau berhijab nanti malah semakin kepanasan.
3. Takut di anggap kampungan dan tidak gaul
karena pakaian yang terlalu sederhana dan tidak modis.
4. Takut tidak punya teman karena teman
yang lain tidak memakai hijab.
5.
Banyak muslimah berpikir “Ngapain sih
harus berhijab, berhijab kan tidak wajib.”
6. Takut dijadikan bahan omongan orang
karena berhijab setengah-setengah. Kadang berhijab, kadang tidak.
Inilah yang
membuat saya malu…
Kenapa ???
Karena dulu saya termasuk salah satu muslimah yang
mempunyai alasan seperti yang tersebut di atas. Saat berada di ke-jahiliah-an
waktu itu. Astagfirullah…
Tetapi mungkin saya adalah orang yang beruntung karena
telah terbebas dari ke-jahiliah-an itu. Saat itu saya pernah membaca sebuah
hadist dari HR. Tabrani, “Allah tidak akan menerima (ibadah) seorang
perempuan hingga menutup auratnya dan Allah tidak akan menerima shalat seorang
perempuan yang telah cukup umur hingga ia berhijab.”
Hadist tersebut selalu terintas dalam pikiran saya saat
itu hingga akhirnya saya memutuskan untuk berhijab. Karena seberapapun kita
beribadah dan rajin shalat tetapi apabila kita tidak menutup aurat maka ibadah
dan shalat itu tidak akan diterima oleh Allah.
Berhijab atau menutup aurat itu adalah wajib hukumnya
bagi seorang muslimah.
Maka untuk yang belum berhijab, tunggu apa lagi ?
Menunggu siap dahulu tetapi keburu kematian menghampiri
sebelum siap untuk berhijab ?
Atau menunggu musim dingin terus-menerus (tanpa ada musim
panas) yang kita tahu bahwa hal itu mustahil ?
Menunggu hingga kain kafan yang akan membungkus seluruh
badan kalian ?
Allah pernah berfirman, “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan
pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya,
kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain
kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami
mereka,atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka atau
putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau
putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka,
atau wanita-wanita islam,, atau budak-budak yang mereka miliki, atau
pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau
anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka
memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan
bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya
kamu beruntung.” (QS. An-Nur : 31).
Sangat jelas bukan bahwa menutup aurat itu adalah sebuah
kewajiban, bahkan di dalam Al-Qu’ran pun telah dijelaskan tentang perintah
menutup aurat.
Untuk itu Segera niatkan dalam hati, Kenakan hijabmu maka
hati pun akan mengikuti pada kebaikan.
Jangan pernah takut bahwa dengan berhijab tidak akan
mendapat teman dan dianggap kampungan, dengan berhijab kita akan terlihat
cantik di mata Allah dan akan mempunyai banyak teman di surga kelak. Insya
Allah…
Jangan takut kepanasan karena panas di dunia bukan
apa-apa dibandingkan siksa dan panas api neraka yang lebih kejam dan
menghinakan.
Semangat memperbaiki diri,,,
Keep Istiqamah with Hijab Syar’i Ukhti..:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar