Beranda, Islami, Quotes, Syair, Doa,

Jumat, 09 Januari 2015

Kematian itu Dekat

Jangankan menangis, bahkan untuk bernafas saja susah. Itulah yang terasa ketika teringat peristiwa beberapa waktu lalu. 
Hampir 4 tahun  yang lalu, peristiwa yang tak pernah diinginkan itu terjadi.

Saat itu, seusai Maghrib kakak sepupu saya menjemput saya di kos untuk pergi ke Rumah Sakit. Ayah saya sedang di rawat di Rumah Sakit waktu itu. Dalam hati, bahagia rasanya akan menemani dan menjaga Ayah di Rumah Sakit. Tetapi rasa bahagia itu tidak bertahan begitu lama. Selama di perjalanan kakak sepupu saya tidak banyak bercerita, Dia hanya bertanya, " Sudah makan tadi ? Besok ambil rapor di sekolah kan ya ? ". Hanya pertanyaan itulah yang terucap darinya. Kemudian saya pun menjawab, " Sudah mas, iya besok orang tua yang harus ambil rapor di sekolah." Setelah itu kami hanya terdiam. 

Tak lama kemudian kami sampai di rumah sakit. Saya langsung berjalan ke arah kamar tempat Ayah saya dirawat. Tetapi belum sampai di kamar beliau, saya sudah diminta bertemu Paman saya di dekat tempat administrasi Rumah Sakit. Di situ saya diminta duduk dulu dan kemudian paman saya mengatakan kalau Ayah telah pergi. 
Nafas bagai tercekat di kerongkongan ketika mendengar kalimat itu, tak kuasa air mata ini mengalir begitu saja. 
Ingin berlari menghambur ke kamar Ayah dan memeluknya waktu itu, tapi apa daya kaki lemas dan badan yang gemetar ini tak sanggup untuk berlari kesana. Tiba-tiba saya mendengar jeritan Ibu, saya  melihat ke sekeliling, saya menatap adik saya, kakak sepupu dan saudara-saudara saya yang berusaha menenangkan Ibu. Seperti mimpi rasanya, tak pernah terbayangkan Ayah akan pergi meninggalkan kami secepat ini. 

" Ayah, besok saya akan menerima rapor yah, putri ayah ini akan segera naik ke kelas 12, kenapa Ayah pergi begitu cepat ? " kataku dalam hati.

Malam itu, jenazah Ayah langsung di bawa pulang ke rumah untuk dimandikan dan dimakamkan keesokan harinya. Beberapa hari berjalan dengan sangat hambar. Perasaan kehilangan masih sangat terasa di rumah kami. Hingga 4 tahun berlalu. dan semua benar-benar seperti sedang bermimpi. 

Itulah sedikit cerita tentang peristiwa yang tidak diinginkan itu. Peristiwa yang tidak pernah diinginkan oleh siapa pun, Kehi;angan orang yang kita sayangi. Empat tahun sudah saya melepas kepergiaan beliau. Dan saya banyak belajar dari kehilangan itu. 
Allah mengambil orang yang paling kita sayangi dan cintai bukan karena Allah jahat dan tidak adil kepada kita. Allah hanya sedang memberikan cobaan kepada kita, apakah dengan cobaan tersebut kita bisa bersabar dan tetap bertawakal kepada Allah atau malah kita membenci dan memaki Allah ? 
Ingatlah firman Allah, “Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kami lah kamu akan dikembalikan. ” (QS. Al-Anbiya` (21), Ayat 35)

Air mata dan kesedihan tak akan pernah bisa mengembalikan seseorang yang telah tiada. Oleh karena itu jangan terlarut dalam kesedihan.
Daripada Abu Hurairah bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: "Apabila seseorang itu meninggal dunia maka terputuslah amalannya kecuali dari tiga perkara, sedekah jariah, ilmu yang dimanfaatkan dan anak yang soleh mendoakan untuknya."

Tak ada yang bisa kami curahkan untukmu Ayah, selain untaian Doa kepada Allah Ta'alaa. Semoga engkau diperkenankan memperoleh surga-Nya bersama dengan hamba-hamba-Nya  yang beriman. Amin

Sebagai seorang anak yang sholeh dan sholeha, mari kita tingkatkan kebaikan diri kita, karena kitalah yang akan mengantarkan orang tua kita menuju Surga-Nya  kelak. Senantiasa berdoalah kepada Allah, mohonkanlah ampunan atas  dosa-dosa kedua orang tua kita. Sesungguhnya Allah Maha Memperkenankan Doa.

Kepada saudara-saudara saya yang masih mempunyai orang tua yang lengkap, muliakanlah Mereka, buatlah Mereka bangga atas prestasi kita, doakanlah mereka disetiap sujud, setiap pagi dan petang. Ucapkan kepada Mereka bahwa kalian menyayangi Mereka, ucapkan terima kasih karena Mereka telah dengan sabar merawat dan membimbing Kita. Sebelum kematian itu datang.

“Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.”
(QS. Al-Munafiqun (63), Ayat 11)
Semua yang diciptakan dari Tanah, maka akan kembali ke Tanah.



Renungkanlah !
Semoga bermanfaat ...:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar