Beranda, Islami, Quotes, Syair, Doa,

Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 April 2015

Sepotong cheesecake



Ku awali bulan April 2015 yang penuh berkah ini dengan sarapan sepotong cheesecake. Alhamdulillah, dengan kerendahan hati aku mengucap syukur atas rizki ini. Terlintas dalam benakku bahwa di luar sana banyak sekali yang kelaparan. Jangankan cheesecake, bahkan untuk makan sesuap nasi saja mereka butuh perjuangan yang sangat keras. Seolah membuatku semakin tenggelam dalam rasa syukur ini.

Matahari mulai terlihat sempurna di ufuk timur. Aku segera memakan sepotong cheesecake yang aku pandangi sejak tadi. Terlalu disayangkan memang, jika cheesecake ini harus ku makan. Bentuknya terlalu indah.

Cake keju dengan di balut saus blueberry.. hmmm yummy... Siapa sih yang tega merusak cheesecake yang indah ini ?

Di balik bentuknya yang indah, ternyata cheesecake juga banyak memberi pelajaran bagi kita.

"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya." (QS. At-Tin(95):4)
  
Seperti halnya dengan cheesecake, manusia diciptakan dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Dalam kehidupannya selalu dijadikan pusat perhatian karena akal dan pikiran yang sangat luar biasa. Tetapi jangan salah... di setiap perjalanannya, tidak selamanya semua hal berjalan dengan mulus. Kadang ada yang halus dan kasar seperti teksture dari cheesecake ini. Namun percayalah, perpaduan dari halus dan kasar tersebut membuat rasa cheesecake menjadi lebih enak. 
Sama halnya dengan manusia, kekurangan dan kelebihan, jalan mulus maupun terjal akan membuat manusia menjadi lebih hebat. Tetapi tentu saja dengan tetap mensyukuri semuanya. Tidak mencela kekurangan maupun rintangan yang tengah di hadapi.
Dan satu hal lagi pelajaran yang dapat kita ambil dari sepotong cheesecake. Bahwa seindah dan seenak apapun bentuk dan rasanya, tetap saja cheesecake tidak akan bertahan lama. Begitu juga dengan manusia, Seindah apapun kehidupannya, wajah cantik, rumah mewah, jabatan tinggi, dan sebagainya, pada akhirnya akan tetap Binasa. Semua keindahan ini hanyalah bersifat sementara. 

Jadi, tidak ada yang patut kita sombongkan di dunia ini. Yang perlu kita lakukan adalah menyukuri setiap kehidupan kita, apapun yang Allah karuniakan kepada kita dan terus mempersiapkan bekal untuk kehidupan yang kekal di akhirat kelak.
Semoga kita semua senantiasa menjadi hamba yang selalu istiqamah untuk menggapai Ridha-Nya. Amin






Senin, 30 Maret 2015

Ibu...

Ibu...
Tetaplah jadi penguat dalam setiap langkahku
Pengukir senyum di bibirku
Pemberi ketenangan di setiap gundahku
Pelipur laraku

Ibu...
Tetaplah menjadi malaikatku
Pengingat saat khilafku
Memberi kesejukan di setiap hari-hari ku
dan
Penerang dalam gelapku

Dekapan, pelukan dan belaianmu adalah penghangat badan ini Ibu...

Oh Ibu...
Kini aku telah dewasa
Gadis lemah yang selalu membutuhkan tangan lembutmu,
Kini telah menjadi wanita tangguh, Ibu...

Ibu...
Kelak,
Izinkanlah aku membalas mendekapmuIbu...
Menemanimu di sisa umurmu
Membuatmu tersenyum seperti saat Kau membuatku tersenyum dahulu...

Kelak, di masa tuamu...
Izinkalah aku membimbingmu Ibu,
Menjadi pengingatmu akan Ayat-ayat Allah.

Dalam setiap doaku, selalu ku sebut nama mu...
Ibu...

Imam Al-Qurthubi menjelaskan, “Hadits tersebut menunjukkan bahwa kecintaan dan kasih sayang terhadap seorang ibu, harus tiga kali lipat besarnya dibandingkan terhadap seorang ayah. Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menyebutkan kata ibu sebanyak tiga kali, sementara kata ayah hanya satu kali. Bila hal itu sudah kita mengerti, realitas lain bisa menguatkan pengertian tersebut. Karena kesulitan dalammenghadapi masa hamil, kesulitan ketikamelahirkan, dan kesulitan pada saat menyusui dan merawat anak, hanya dialami oleh seorang ibu. Ketiga bentuk kehormatan itu hanya dimiliki oleh seorang ibu, seorang ayah tidak memilikinya.  

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun . Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Qs. Luqman : 14)

Sabtu, 14 Februari 2015

Usaha dan Doa Menggapai Impian



Kabut tebal dan embun pagi seolah terusir oleh kedatangan mentari yang bersinar sangat cerah. Mentari mengisyaratkan kepada kabut dan embun untuk segera pergi dan datang kembali esok pagi. Sinar mentari yang malu-malu dari ufuk timur akan segera berubah menjadi panas terik. Oh… pagi hari bulan Agustus yang ceria.

Kami  tinggal di sebuah desa kecil di lereng gunung wilis. Kami selalu bangga tinggal di  desa  ini, desa yang selalu penuh kehangatan, sehangat sinar mentari yang mulai naik sepenggalah. Pagi ini berbeda dengan hari biasanya. Jika biasanya bapak-bapak di desa kami bersiap pergi ke sawah dan ladangnya dengan membawa cangkul, maka kali ini mereka tengah sibuk mempersiapkan diri untuk mengikuti perlombaan di desa kami. Ya… hari ini adalah hari peringatan kemerdekaan negeri tercinta kami.

Semangat kemerdekaan bak hembusan angin yang pada awalnya begitu lembut, tiba-tiba berubah menjadi angin kencang yang siap menerbangkan dedaunan ke berbagai penjuru negeri. Semangat kami begitu membara bagaikan lava gunung merapi yang siap tumpah ke permukaan. Layaknya semangat warga di desa kami pagi ini, mereka sangat antusias mengikuti lomba. Semangat luar biasa untuk memperingati hari kemerdekaan negeri ini.

Di sebuah tanah lapang yang luas, tempat diadakannya perlombaan, panitia tengah sibuk mempersiapkan lomba. Berbagai perlengkapan telah siap di sana. Di tengah tanah lapang itu, pohon pinang telah berdiri dengan kokoh mengibarkan bendera merah putih di puncaknya dan berbagai hadiah bergelantung mengelilinginya.

Diantara berbagai lomba yang diadakan seperti tarik tambang, balap karung, pukul air dan makan kerupuk, memang lomba panjat pinang inilah yang banyak diikuti dan paling seru untuk ditonton. Selain karena hadiahnya yang menarik, lomba panjat pinang ini tidak membutuhkan latihan khusus untuk mengikutinya. Yang dibutuhkan hanya semangat pantang menyerah, kesabaran dan kerjasama yang baik. Lomba panjat pinang ini banyak diikuti oleh bapak-bapak dan para anak muda di desa kami.

Satu per satu lomba telah selesai, saat matahari mulai bersiap turun ke peraduannya, tibalah saatnya lomba panjat pinang dimulai. Peserta lomba siap menuju ke tengah lapang dan para penonton mulai memenuhi sekeliling tanah lapang tersebut. Semakin sore semangat kami pun semakin bertambah, sorak sorai dan teriakan seakan beradu menjadi satu. Panitia membunyikan peluit sebagai tanda bahwa lomba telah dimulai, dan kami seketika diam. Seorang bapak-bapak berbadan besar tengah menarik napas panjang, bedoa, mengelap pohon pinang dan kemudian mulai memeluknya dengan erat. Disusul oleh timnya yang satu per satu mulai memanjat. Untuk memanjat mereka membutuhkan temannya sebagai pijakan. Beberapa kali mereka terjatuh, mulai memanjat, terjatuh, mulai memanjat dan hal itu dilakukan berulang kali. Meskipun begitu mereka tidak pernah menyerah untuk mencoba agar dapat mencapai puncaknya. Berbagai strategi telah mereka lakukan tetapi masih tetap terjatuh lagi. Sebagai penonton kami berusaha memberikan semangat kepada mereka agar mereka terus berjuang. Hingga akhirnya seorang bapak berhasil mencapai puncak, bapak itu mencium bendera dan mengikatkan bendera di lehernya sebelum beliau melempar hadiahnya satu per satu ke bawah. Hari ini seolah tak ada satu kesedihan pun menghampiri kami, tawa bahagia telah meliputi desa kami. Acara sederhana yang memberikan kenangan indah ini tak akan pernah terlupakan.

Banyak pelajaran yang dapat kami ambil dari lomba panjat pinang ini. Jika kita mempunyai tujuan hidup, maka teruslah berusaha, jangan pernah pantang menyerah meskipun dalam perjalanannya kita akan sering terjatuh. Tetaplah bangkit !! dan bersabarlah di setiap perjalanan dalam pencapaian tujuan kita. Kerja sama yang baik dan support dari orang-orang di sekeliling kita akan sangat membantu kita untuk mencapai impian kita. Jangan pernah takut untuk bermimpi  dan yang paling penting adalah Berdoalah setiap memulai usaha dalam mencapai mimpi kita, karena usaha tanpa berdoa hanyalah sia-sia.

“Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian daripada yang mereka usahakan, dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.” (QS. Al Baqarah :202)

Jumat, 13 Februari 2015

Fa inna ma’al ‘usri yusraa



Seorang sahabat mengatakan kepada saya, “Lihatlah setiap persoalan hidup selalu dari dua  sisi yang berbeda.”
Hanya satu kalimat itu yang ia katakan dan itupun tanpa sebuah penjelasan di akhirnya. Oleh karena itu maka saya harus berpikir sendiri apa maksud dari kalimat tersebut.
Bicara tentang persoalan hidup, pasti akan banyak membicarakan tentang orang-orang yang frustasi, orang-orang yang mempunyai beban hidup yang berat. Dan Kali ini Saya akan coba membahas sisi lain mengenai persoalan hidup.

Fa inna ma’al ‘usri  yusraa, inna ma’al ‘usri yusraa
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Ash-Sharh : 5-6)

Allah telah mengatakan lewat ayat diatas secara berulang, Agar manusia yakin bahwa Allah akan memberikan kemudahan dibalik kesulitan yang dihadapinya. Allah tidak pernah memberikan cobaan di luar batas kemampuan manusia. Tidak memberikan masalah tanpa adanya jalan keluar. Maka dari itu mari kita coba untuk melihat setiap masalah atau ujian yang kita hadapi dari dua sisi yang berbeda.
Seperti sebuah jungkat-jungkit, mainan anak –anak yang jika diberikan beban berat di salah satu sisi maka sisi yang lainnya akan naik ke  atas . Sama halnya dengan persoalan hidup, jika Allah memberikan cobaan atau ujian yang berat kepada kita maka lihatlah di sisi lain Allah hendak menaikkan derajat kita. Allah hendak menaikkan kita ke kelas yang lebih tinggi, Allah ingin melihat cara kita dalam menghadapi masalah-masalah tersebut. Dengan berbagai masalah dan cobaan maka kita akan bertambah dewasa, bertambah keimanan kita dan bertambah rasa syukur karena setiap cobaan tersebut adalah cara Allah menunjukkan bahwa Allah sangat menyayangi kita.
Bayangkan jika kita hanya melihat masalah dari satu sisi, kita hanya menganggap bahwa Allah itu tidak adil. Allah hanya memberikan sebuah cobaan yang berat yang membuat manusia itu ragu untuk menghadapinya. Manusia seolah tidak yakin akan jalan keluar dan sesuatu yang besar di balik setiap cobaan itu. Malahan manusia semakin tidak percaya kepada Allah, berprasangka buruk kepada Allah, dan menganggap Allah itu tidak adil. Astagfirullah…
Intinya adalah berprasangka baiklah kepada Allah, karena Allah selalu bersama dengan kita. Sesuatu yang besar senantiasa Allah siapkan untuk kita dibalik ujian-Nya.
Semoga Allah ta’ala senantiasa memudahkan dan melancarkan segala urusan kita. Amin !!!

Minggu, 08 Februari 2015

Syukur,,, Membawaku ke Jalan-Mu

“... Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.” 
(QS. Al-Ma’idah : 6)

Suatu ketika sehabis sholat subuh saya memejamkan mata dan  bermunajat kepada Allah, saya berdoa memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah saya lakukan, meminta kebaikan di dunia dan di akhirat kelak, dan saya pun mulai mengucapkan syukur atas nikmat yang telah Allah anugerahkan kepada saya. Saya bersyukur atas nafas yang masih berhembus ini, nikmat kesehatan, pekerjaan yang mapan, kesempatan yang diberikan kepada saya untuk dapat merasakan bangku kuliah, keluarga dan sahabat-sahabat yang menyayangi saya dan masih banyak lagi syukur yang saya ucapkan atas kehidupan ini. Hingga tetesan air mata mengalir di kedua pipi saya, Ada sesuatu yang mengetuk hati terdalam saya saat itu, membuat hati saya seolah protes dan mengatakan, “Hanya itu kah bentuk rasa syukurmu ? setelah Allah memberikan lebih banyak dari apa yang kamu minta ?”. Kata-kata itu berulang kali terdengar dan membuat saya malu sehingga akhirnya saya sadar. Nikmat dari Allah itu sungguh luar biasa dan tak terhingga besarnya, tak sepantasnya jika saya hanya mengucapkan syukur dengan lisan tanpa berbuat apa-apa atas nikmat yang saya sendiri pun tak dapat menghitungnya. “ Maka nikmat Tuhan-Mu yang manakah yang kamu dustakan ?”. (Ar-Rahman)  
Dan saat itu pula saya berucap dalam hati, Jika kemarin saya bersyukur hanya dengan lisan atau ucapan, maka hari ini, esok dan seterusnya saya akan bersyukur dibarengi dengan tindakan menuju jalan kebaikan.

Bersyukur adalah dengan melakukan sesuatu secara optimal sesuai dengan kemampuan yang telah dianugerahkan Allah kepada kita. Jika kita hanya mengucapkan dengan lisan, Itu belum bersyukur sepenuhnya. Karena jika kita bersyukur, kita akan mengucapkan dengan lisan dan dibarengi dengan usaha maksimal untuk menjadi lebih baik atau mempergunakan semua yang diberikan oleh Allah secara optimal. 
Itulah syukur yang sebenarnya.

Rabu, 21 Januari 2015

Keep Istiqamah with Hijab Syar’i

Seorang ibu tengah melemparkan senyum kepada saya. Saya pun segera membalas senyum itu  dengan sedikit menundukkan kepala. Pandanganku tak lepas dari sosok ibu itu. Sebuah bakul yang berisikan beberapa botol jamu itu seolah melekat dipunggungnya. Ember kecil berwarna merah dan payung berada di tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya tampak menenteng sebuah kresek merah besar. Beban berat dari beberapa barang yang Ia bawa itu telah menemani perjalanannya di tengah kota yang panas. Wajar saja kalau wajahnya terlihat merah dan dipenuhi keringat. Kasian melihat sosok ibu penjual jamu itu. Tetapi dibalik rasa kasian itu terlintas rasa kagum sekaligus malu yang begitu luar biasa.
Betapa tidak…
Seorang ibu berjalan kaki mengeliling tengah kota yang panas dengan membawa beban yang berat itu tetap istiqamah mengenakan hijab syar’I nya. Keringat yang bercucuran pun tak menggoyahkan dirinya untuk tidak melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslimah, yaitu menutup aurat. Jilbab longgar dan khimar panjang menutup seluruh tubuhnya. Subhanallah…
Dari sedikit cerita diatas, mari kita melihat realita yang terjadi di kehidupan kita. Banyak sekali alasan seorang muslimah untuk tidak melaksanakan salah satu kewajibannya. Alasan untuk tidak menutup aurat.
1.        Belum siap karena hatinya belum berhijab, hatinya belum baik. Kita ingin memperbaiki hati dulu setelah hatinya baik akan mengenakan hijab.
2.    Karena kita tinggal di daerah yang panas jadi kita takut kalau berhijab nanti malah semakin kepanasan.
3.   Takut di anggap kampungan dan tidak gaul karena pakaian yang terlalu sederhana dan tidak modis.
4.       Takut tidak punya teman karena teman yang lain tidak memakai hijab.
5.        Banyak muslimah berpikir “Ngapain sih harus berhijab, berhijab kan tidak wajib.”
6.  Takut dijadikan bahan omongan orang karena berhijab setengah-setengah. Kadang berhijab, kadang tidak.

Inilah yang membuat saya malu…
Kenapa ???
Karena dulu saya termasuk salah satu muslimah yang mempunyai alasan seperti yang tersebut di atas. Saat berada di ke-jahiliah-an waktu itu. Astagfirullah…
Tetapi mungkin saya adalah orang yang beruntung karena telah terbebas dari ke-jahiliah-an itu. Saat itu saya pernah membaca sebuah hadist  dari HR. Tabrani, “Allah tidak akan menerima (ibadah) seorang perempuan hingga menutup auratnya dan Allah tidak akan menerima shalat seorang perempuan yang telah cukup umur hingga ia berhijab.”
Hadist tersebut selalu terintas dalam pikiran saya saat itu hingga akhirnya saya memutuskan untuk berhijab. Karena seberapapun kita beribadah dan rajin shalat tetapi apabila kita tidak menutup aurat maka ibadah dan shalat itu tidak akan diterima oleh Allah.
Berhijab atau menutup aurat itu adalah wajib hukumnya bagi seorang muslimah.
Maka untuk yang belum berhijab, tunggu apa lagi ?
Menunggu siap dahulu tetapi keburu kematian menghampiri sebelum siap untuk berhijab ?
Atau menunggu musim dingin terus-menerus (tanpa ada musim panas) yang kita tahu bahwa hal itu mustahil ?
Menunggu hingga kain kafan yang akan membungkus seluruh badan kalian ?

Allah pernah berfirman, “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka,atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam,, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An-Nur : 31).

Sangat jelas bukan bahwa menutup aurat itu adalah sebuah kewajiban, bahkan di dalam Al-Qu’ran pun telah dijelaskan tentang perintah menutup aurat.
Untuk itu Segera niatkan dalam hati, Kenakan hijabmu maka hati pun akan mengikuti pada kebaikan.
Jangan pernah takut bahwa dengan berhijab tidak akan mendapat teman dan dianggap kampungan, dengan berhijab kita akan terlihat cantik di mata Allah dan akan mempunyai banyak teman di surga kelak. Insya Allah…
Jangan takut kepanasan karena panas di dunia bukan apa-apa dibandingkan siksa dan panas api neraka yang lebih kejam dan menghinakan.

Semangat memperbaiki diri,,,

Keep Istiqamah with Hijab Syar’i Ukhti..:) 

Jumat, 09 Januari 2015

Belajar dari Kura-Kura

Dahulu kala hiduplah seekor kelinci yang sangat sombong,dia selalu memamerkan kecepatan berlarinya,setiap ada hewan lain yang bertemu dengan nya dia selalu menyombongkan diri.
Pagi hari yang cerah si kelinci sedang asyik bersandar di bawah pohon yang rimbun sambil memakan wortel kesukaannya. Di dapatinya seekor kerbau yang sedang asyik memakan rumput lalu  si kelinci menghampiri si kerbau..”hey kamu kerbau. panggil si kelinci pada si kerbau”. ada apa kelinci? sahut si kerbau..lalu si kelinci berkata..untuk apa kamu makan banyak rumput?? kalau ternyata rumput itu hanya membuat tubuh mu semakin gemuk dan semakin sulit engkau untuk berlari..coba kamu lihat aku..tak banyak makan dan lari ku pun begitu cepat. ucap si kelinci dengan sombongnya,aku tak perduli dengan kecepatan berlarimu balas sang kerbau..hhuuhh..dasar kau kerbau pemalas..gerutu si kelinci sambil pergi berlari..
Ketika sedang asyik berlari. Di dapatinya seekor kura-kura yang sedang asyik berjalan. "Hey kamu kura-kura, Jalan mu sangat lambat kura-kura." Ledek si kelinci kepada kura-kura. Dengan santai si kura-kura menjawab " aku lambat berjalan karena aku harus membawa tempurung ku yang berat, tapi walau pun begitu aku sangat menikmatinya karena tempurung ini adalah pelindung ku." Maksud mu pelindung apa?? Tanya si kelinci. "Tempurung ini bisa ku jadikan sebagai rumah ku,tempurung ini juga bisa melindungi ku dari serangan hewan buas." jawab si kura-kura..
Merasa di ledek si kelinci pun menantang si kura-kura untuk berlomba lari. "Baik lah kalo itu kelebihan mu. Tapi dengan kelebihan mu itu ada yang tak bisa kamu lakukan  kura-kura, kamu tak bisa berlari cepat seperti aku." ucap si kelinci. kura-kura hanya tertunduk berusaha tak menghiraukan ucapan si kelinci. Kura-kura sedikit ragu karna dia sadar betul kalau dia pasti tak akan mampu menandingi kecepatan lari si kelinci. tapi apa bila dia tak mencobanya itu berarti dia telah menyerah sebelum mencoba. Maka kura-kura pun menyetujui tantangan si kelinci. Perlombaan pun di mulai, secepat kilat si kelinci berlari sementara si kura-kura masih terengah-engah. Matahari sedikit lebih tinggi tapi si kura-kura pun tak nampak. Si kelinci berlari perlahan "Hahaha dasar kura-kura lamban dia tak akan mampu menandingi kecepatan ku", ucap kelinci dalam hati. Karena lama menunggu si kelinci merasa bosan akhirnya dia bersandar di bawah pohon yang rindang sambil mengunyah makanan. Angin sepoy-sepoy membuat si kelinci merasa mengantuk dan dalam sekejap si kelinci terlelap. Waktu terus berjalan. Si kura-kura terus berusaha melanjutkan perlombaan dengan masih  terengah-engah. Ia terus melanjutkan langkahnya tanpa istirahat sedikit pun. Ketika sedang melanjutkan langkahnya si kura-kura terkejut melihat si kelinci yang sedang asyik terlelap tidur di bawah pohon. Tanpa menghiraukan si kelinci yang terlelap, si kura-kura terus menajutkan langkahnya dan terus mempercepatnya. Hingga kura-kura berhasil memenangkan perlombaan dan kelinci akhirnya meminta maaf karena telah sombong.

Dari cerita di atas dapat kita ambil beberapa pelajaran.

1. Janganlah bersikap sombong karena kesombongan akan merugikanmu.
"Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung." (Q.S Al-Isra’:  37)

2. Segala sesuatu pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadikan setiap kekurangan dan kelebihan itu untuk tetap bersyukur.
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”.
(Q.S At-Tiin : 4)

3. Jangan Menyerah sebelum berusaha atau mencoba segala sesuatu.

Jadilah seperti kura-kura yang tidak sombong dan tidak berkecil hati akan kekurangannya. Tetapi malah bersyukur atas kekurangannya tersebut. Karena di sisi lain kekurangan itu adalah menjadi kelebihannya. Serta jangan pernah menyerah sebelum mencoba, hasil usaha keras bersama dengan doa akan berbuah manis nantinya.

Semangat Memperbaiki Diri..:)

Kematian itu Dekat

Jangankan menangis, bahkan untuk bernafas saja susah. Itulah yang terasa ketika teringat peristiwa beberapa waktu lalu. 
Hampir 4 tahun  yang lalu, peristiwa yang tak pernah diinginkan itu terjadi.

Saat itu, seusai Maghrib kakak sepupu saya menjemput saya di kos untuk pergi ke Rumah Sakit. Ayah saya sedang di rawat di Rumah Sakit waktu itu. Dalam hati, bahagia rasanya akan menemani dan menjaga Ayah di Rumah Sakit. Tetapi rasa bahagia itu tidak bertahan begitu lama. Selama di perjalanan kakak sepupu saya tidak banyak bercerita, Dia hanya bertanya, " Sudah makan tadi ? Besok ambil rapor di sekolah kan ya ? ". Hanya pertanyaan itulah yang terucap darinya. Kemudian saya pun menjawab, " Sudah mas, iya besok orang tua yang harus ambil rapor di sekolah." Setelah itu kami hanya terdiam. 

Tak lama kemudian kami sampai di rumah sakit. Saya langsung berjalan ke arah kamar tempat Ayah saya dirawat. Tetapi belum sampai di kamar beliau, saya sudah diminta bertemu Paman saya di dekat tempat administrasi Rumah Sakit. Di situ saya diminta duduk dulu dan kemudian paman saya mengatakan kalau Ayah telah pergi. 
Nafas bagai tercekat di kerongkongan ketika mendengar kalimat itu, tak kuasa air mata ini mengalir begitu saja. 
Ingin berlari menghambur ke kamar Ayah dan memeluknya waktu itu, tapi apa daya kaki lemas dan badan yang gemetar ini tak sanggup untuk berlari kesana. Tiba-tiba saya mendengar jeritan Ibu, saya  melihat ke sekeliling, saya menatap adik saya, kakak sepupu dan saudara-saudara saya yang berusaha menenangkan Ibu. Seperti mimpi rasanya, tak pernah terbayangkan Ayah akan pergi meninggalkan kami secepat ini. 

" Ayah, besok saya akan menerima rapor yah, putri ayah ini akan segera naik ke kelas 12, kenapa Ayah pergi begitu cepat ? " kataku dalam hati.

Malam itu, jenazah Ayah langsung di bawa pulang ke rumah untuk dimandikan dan dimakamkan keesokan harinya. Beberapa hari berjalan dengan sangat hambar. Perasaan kehilangan masih sangat terasa di rumah kami. Hingga 4 tahun berlalu. dan semua benar-benar seperti sedang bermimpi. 

Itulah sedikit cerita tentang peristiwa yang tidak diinginkan itu. Peristiwa yang tidak pernah diinginkan oleh siapa pun, Kehi;angan orang yang kita sayangi. Empat tahun sudah saya melepas kepergiaan beliau. Dan saya banyak belajar dari kehilangan itu. 
Allah mengambil orang yang paling kita sayangi dan cintai bukan karena Allah jahat dan tidak adil kepada kita. Allah hanya sedang memberikan cobaan kepada kita, apakah dengan cobaan tersebut kita bisa bersabar dan tetap bertawakal kepada Allah atau malah kita membenci dan memaki Allah ? 
Ingatlah firman Allah, “Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kami lah kamu akan dikembalikan. ” (QS. Al-Anbiya` (21), Ayat 35)

Air mata dan kesedihan tak akan pernah bisa mengembalikan seseorang yang telah tiada. Oleh karena itu jangan terlarut dalam kesedihan.
Daripada Abu Hurairah bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: "Apabila seseorang itu meninggal dunia maka terputuslah amalannya kecuali dari tiga perkara, sedekah jariah, ilmu yang dimanfaatkan dan anak yang soleh mendoakan untuknya."

Tak ada yang bisa kami curahkan untukmu Ayah, selain untaian Doa kepada Allah Ta'alaa. Semoga engkau diperkenankan memperoleh surga-Nya bersama dengan hamba-hamba-Nya  yang beriman. Amin

Sebagai seorang anak yang sholeh dan sholeha, mari kita tingkatkan kebaikan diri kita, karena kitalah yang akan mengantarkan orang tua kita menuju Surga-Nya  kelak. Senantiasa berdoalah kepada Allah, mohonkanlah ampunan atas  dosa-dosa kedua orang tua kita. Sesungguhnya Allah Maha Memperkenankan Doa.

Kepada saudara-saudara saya yang masih mempunyai orang tua yang lengkap, muliakanlah Mereka, buatlah Mereka bangga atas prestasi kita, doakanlah mereka disetiap sujud, setiap pagi dan petang. Ucapkan kepada Mereka bahwa kalian menyayangi Mereka, ucapkan terima kasih karena Mereka telah dengan sabar merawat dan membimbing Kita. Sebelum kematian itu datang.

“Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.”
(QS. Al-Munafiqun (63), Ayat 11)
Semua yang diciptakan dari Tanah, maka akan kembali ke Tanah.



Renungkanlah !
Semoga bermanfaat ...:)

Rabu, 07 Januari 2015

Jodohku,,, Dalam Doa Kita Bertemu


Tiga muslimah yang bangga dengan hijab syar'i nya tengah melepas rindu di sebuah ruang tamu. Maklum, telah lama mereka menantikan saat-saat bisa berkumpul bersama. Ketiganya terlihat sedang asyik menanyakan kabar, berbagi pengalaman hingga bersama mengukir mimpi-mimpi mereka. Tiba-tiba salah seorang diantara mereka berkata, "Pokoknya saya ingin punya anak minimal tiga". Sontak kami tertawa kemudian dengan wajah malu-malu kami mengamini. Dari kalimat itulah yang mengantarkan mereka bertiga dalam sebuah diskusi kecil dengan topik "Jodoh". Ya... Jodoh, sebuah kata yang selalu asyik di perbincangkan. Apalagi oleh muslimah-muslimah seumuran mereka. Usia mereka sekitar 22 tahun, kalau orang bilang usia yang sudah sepantasnya menikah. Karena ibarat bunga mawar, dia telah mekar dengan indah dan siap di petik untuk di simpan di sebuah vas yang indah pula. 

Beberapa menit telah berlalu, perbincangan mereka semakin seru karena mereka saling berbagi cerita satu sama lain. Hingga seorang dari mereka menitikkan air mata saat bercerita. Bagaimana tidak, dia yang telah mantap dengan seorang ikhwan tidak mendapat restu dari kedua orang tuanya. Dan menurutnya alasan dari kedua orang tuanya tidak begitu sesuai dengan apa yang dia percayai selama ini. Kebanyakan orang mengatakan kalau orang tuanya masih menganut adat kejawen. Dari cerita sahabat tersebut, sahabat yang lain pun menasihati, mereka berdiskusi tentang bagaimana menghadapi persoalan seperti itu dalam islam. Dan beberapa yang dapat disimpulkan adalah sebagai berikut :

1. Jangan pernah mencintai seseorang melebihi cintanya kepada Allah SWT. Agar tidak terlarut dalam kesedihan.
“ Dari Anas r.a. dari Nabi saw. Bersabda: “ Barang siapa ada tiga perkara padanya, ia telah mendapatkan manisnya iman, yaitu hendaklah Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai olehnya dari apa yang selain keduanya, hendaklah ia mencintai dan membenci seseorang semata karena Allah, dan hendaklah ia benci untuk kembali kepada kekafiran, sebagaimana ia benci jika akan dicampakkan ke dalam neraka”. (H.R. Bukhari Muslim)
2. Jodoh, rejeki, maut itu sudah ada yang mengatur. Jadi jangan khawatir tidak mendapatkan jodoh. Jodoh tidak akan tertukar ukhti..
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri. (QS. Ar-Rum [30] : 21)
Dan Kami menciptakan kalian berpasang-pasangan.(QS. An-Naba’ [78] : 8)
3. Wanita yang baik untuk laki-laki yang baik dan sebaliknya.
“ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26)
4. Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya, jadi sebaiknya patuh kepada orang tua selama orang tua tidak menyimpang dari agama dan kebaikan.
Allah SWT berfirman, “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang kamu tidak memiliki pengetahuan tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti mereka, dan pergaulilah mereka di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lantas Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Qs. Luqman: 15). 
5. Sesuatu yang kita anggap baik belum tentu baik untuk kita. 
Seperti firman Allah, "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." (Al-Baqarah: 216) 

Jangan khawatir jika jodoh tak kunjung datang, karena sesungguhnya dia sedang dalam perjalanan menjemput kalian. Dalam doa kalian telah bertemu, dan dalam penantian sibukkanlah dirimu dalam memperbaiki diri. Semangat memperbaiki diri Ukhti... Bismillah

Selasa, 06 Januari 2015

Say Good Bye to " GALAU"



Berada di antara orang-orang galau menimbulkan banyak pertanyaan dalam benak saya.
" Apa sih sebenarnya galau itu ? Apakah semua orang pernah merasa galau ? Bagaimana cara mengatasi galau ? "
Begitulah kira-kira beberapa pertanyaan yang sering terlintas dalam pikiran saya.
Well... Untuk kali ini mari kita bahas satu per satu perihal galau tersebut.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi IV (2008), "galau" berarti kacau 9tentang pikiran); "bergalau" berarti kacau tidak karuan (pikiran); dan "kegalauan" berarti sifat (keadaan hal) galau. Jadi galau itu adalah keadaan pikiran disaat kacau atau tidak karuan.
Menurut sya, Galau merupakan suasana hati yang sedang bingung, bimbang atau gelisah.

Galau tidak terbatas oleh usia maupun status social, mulai dari anak-anak sampai orang tua mau pejabat ataupun  rakyat biasa hampir semuanya  pernah merasakan galau. Banyak hal membuat orang menjadi galau. Misalanya Memilih calon pendamping hidup, galau. kelamaan Menjomblo, juga sering jadi galau. Diomelin orang tua atau atasan juga  bikin galau dan lebih parahnya diputusin pacar saja sering membuat para anak remaja galau. Karena hampir setiap orang merasakan galau, maka sebaiknya kita berfokus pada bagaimana cara mengatasi galau tersebut ?

Berikut beberapa cara untuk mengatasi galau :
1. Memohon petunjuk dan berdzikir kepada Allah SWT
 Ketika galau hendaklah meminta petunjuk dan bimbingan kepada Allah SWT dengan lebih mendekatkan diri kepada Allah, melaksanakan amalan-amalan sunah dan sebagainya. 

2. Instropeksi dan perbaiki diri
Instropeksi atau koreksi diri sendiri. Hal ini dilakukan untuk mencari titik dimana terdapat kekurangan dalam diri yang seharusnya diperbaiki. Dalam menginstropeksi diri ini sebaiknya anda tidak menyalahkan diri sendiri.

3. Bercerita kepada orang terdekat(Sharing)
Sebaiknya kita membagi kegalauan kita kepada orang-orang terdekat dengan kita, seperti orang tua, teman, guru, dan sebagainya. Ceritakan semua yang menjadi kegalaun kita dan mintalah saran kepada mereka. Dengan berbagi cerita maka Insya Allah rasa galau itu akan semakin berkurang.

4. Mencari kesibukan
Ketika galau menghampiri, Sebaiknya kita menghindari waktu kosong, karena kekosongan tersebut akan membuat kita semakin galau. Carilah kesibukan, isilah waktu kosong anda dengan hal-hal yang bermanfaat misalnya belajar, membaca buku, pergi ke masjid, membersihkan rumah, membaca al-qur'an dan sebagainya.

5. Jangan Mendengarkan Lagu-lagu yang berirama sedih atau galau
Lagu-lagu yang berirama sedih akan semakin membawa kita dalam kesedihan sehingga akan sulit untuk move on.  Sebaiknya mendengarkan lagu yang berirama gembira, member semangat atau lebih baik lagi jika mendengarkan lagu religi, murotal, atau tilawah Qur’an.

6. Segala Ujian adalah tingkat kenaikan derajat.
Sadari dan pahamilah bahwa setiap ujian yang Allah turunkan kepada kita merupakan cara Allah untuk menaikkan derajat kita.
"Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan."
(Qs  3 Ali 'Imran ayat 186)

7. Kembalikan semua kepada Allah SWT
Teruslah berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT. Karena jika segala upaya telah kita lakukan tetapi kegalauan tak kunjung hilang, maka hanya dengan berdoa dan berdzikirlah yang akan membuat hati menjadi tenang.
"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram."
(Qs 13 Ar-Ra'd ayat 28)

Semoga Bermanfaat...:)

Senin, 05 Januari 2015

Jauhi Syirik ! Segera Mintalah Sebuah Hati yang Baru

Jika hati anda masih menuhankan apa-apa yang ada di dunia ini selain Allah, maka segera ambilah pisau atau hunuslah pedang lalu tancapkan pada hati anda.  
Karena sesungguhnya hati yang menuhankan selain Allah adalah hati yang penuh penyakit yang kemudian menghitam dan akan menggerogoti seluruh bagian tubuh anda. Segera bunuhlah hati itu dan senantiasa berdoalah untuk meminta hati yang baru. Hati yang selalu tunduk kepada Allah, hati yang hidup, bukan hati yang berpenyakit yang menjadikan diri berada dalam kejahiliahan. Bunuhlah hati itu dengan pedang-pedang kebaikan yang berlandaskan takwa kepada Allah. Jika anda berhasil membunuh hati anda dan dengan kemurahan-Nya, Allah telah menggantinya dengan hati yang baru, maka syukur yang tiada tara yang harus selalu kita panjatkan. Rasakan betapa kebahagian selalu melingkupi anda dengan hati anda yang hidup. Hati yang mampu memberi manfaat kepada sesama, hati yang selalu tunduk kepada Allah dan selalu membawa diri kepada pikiran dan tindakan yang positif. Subhanallah...


Ingatlah firman Allah berikut, maka akan menambah semangat anda dalam menjaga hati anda untuk tetap hidup.


Wanita (An-Nisā'):48 - Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.

Wanita (An-Nisā'):116 - Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.

Binatang Ternak (Al-'An`ām):82 - Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.


Selasa, 30 Desember 2014

Engkau yang Maha Pemurah

Beberapa waktu yang lalu seorang sahabat telah mengirimkan gambar ini kepada saya.



Subhanallah... 
Kata itulah yang kerap  terucap tatkala melihat keindahan ciptaan-Nya.
Lautan luas...
Langit yang ditinggikan...
dan..
Lihatlah matahari,..

Begitu ceria matahari pagi hari, bagai seorang bayi yang baru terlahir di dunia yang memberikan senyum keikhlasan. Cahaya yang dipancarkan memenuhi bumi, Sinarnya memberikan energi yang sangat positif. Seolah mengajak kita semua untuk selalu bersemangat. 
Inilah bukti bahwa Allah Maha Pemurah, Dia selalu memberikan apa pun yang hamba-Nya butuhkan.
Allah pula Yang telah menurunkan dan mengajarkan Al Quran, menciptakan manusia dan mengajarkan pandai berbicara.
Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan, tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohon tunduk kepada-Nya.
Tuhan yang telah meninggikan langit dan meratakan bumi untuk makhluk-Nya..
Allah pula yang telah membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.

Dalam Al Qur'an surat Ar-Rahman terdapat ayat yang dituliskan secara berulang ulang ;

" Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ? "
" Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ? " 

Ayat tersebut sebagai pengingat bahwa karunia dan nikmat Allah itu sangat luas dan tak terbatas jumlahnya. Maka tak sepantasnya kita mendustakan nikmat Allah tersebut.

Renungkanlah betapa banyak nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada kita. 
Betapa Allah selalu mecukupi semua yang kita butuhkan. 
Air, tanah, udara, Matahari dan semua Makhluk tunduk kepada-Nya
Dialah Dzat yang Maha Pemurah, karunia-Nya meliputi langit dan bumi.

Renungkan... Renungkanlah...